Lopeee

Pasti menyenangkan kalau bisa berpasangan dengan seseorang yang sejiwa seperti Anda.
Apapun yang dilakukan selalu sejalan, bahkan tanpa perlu banyak bicara si dia tahu apa yang Anda pikirkan. Namun menemukan soulmate tidaklah mudah.
Diperlukan waktu panjang dan proses yang berliku sampai Anda sadar bahwa seseorang adalah soulmate Anda. Nah bagaimana Anda tahu si dia orangnya?
*
Jadi diri sendiri
Saat sedang mengobrol, perhatikan sikap dan gaya bicaranya. Bila dia terlihat relaks itu berarti dia merasa nyaman berada di dekat Anda. Tidak ada salahnya semakin dalam mencari tahu kepribadiannya. Kalau ternyata sejalan, bisa jadi dia soulmate Anda.
*
Kontak batin
Setelah lama menjalin hubungan, entah kenapa perasaan sering merasa nggak enak kalau di sia sedang sakit atau ada masalah. Anda seperti bisa “membaca” kondisinya. Coba tanyakan apakah dia juga merasakan hal yang sama, kalau iya itu tandanya Anda berdua sudah terjalin kontak batin.
*
Menerima Apa Adanya
Tubuh Anda yang nggak proposional atau nggak bisa masak tidak pernah dipermasalahkannya. Bahkan dengan senang hati si dia mau menemani Anda ketika Anda sedang moody dan mengesalkan.
*
Berbagi Rahasia
Si dia secara leluasa menceritakan rahasia-rahasianya, demikian juga Anda, merasa lebih aman menceritakan rahasia Anda padanya dibandingkan pada teman dekat Anda. Ini artinya Anda dan dia saling mempercayai.
*
Twin Souls
Tanpa perlu bercerita, si dia tahu kapan Anda sedang kecewa atau sedih dan memerlukan pelukan hangat. Itu tandanya si dia sudah mengenal baik pribadi Anda.
Kalaupun ternyata Anda belum menemukannya tak usah sedih. Bisa saja Anda merasa sejiwa tetapi orang yang dimaksud tidak merasakan hal serupa. Anda bisa menjadikannya sahabat saja ..
KISAH CINTA SEJATI..
hilmy_wanamulya
“Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah
pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan
mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu
menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi dan ibuku, Yasmine
Ghauri. Mereka bertemu di sebuah acara resepsi pernikahan dan kata ayahku
ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan
dan saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu
menjadi kenyataan dan kini mereka telah menikah selama 40 tahun dan
memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah dan memberikan
mereka dua orang cucu.
Mereka bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang
sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh
cinta kasih
dan kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu
beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasar
murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan
saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena
saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.
Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata
ibuku,”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian”.
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi,
sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku dan selalu menemaninya
dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang
wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa
mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong
belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat
ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah
ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi
lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak
berfungsi lagi, dan dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.
Ayahku, seorang pria yang masih sehat di usianya yang lebih tua, tapi ia
tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan
padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama
bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih
suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mencatkan kuku tangan
ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah
sangat tua dan jelek sekali”.
Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.
Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh
kelembutan dan kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat
dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang
tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum, “…kau tahu, Linda?
Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku… Kau tahu kenapa?”
Aku menggeleng, dan ibuku melanjutkan, “Karena aku tak pernah
meninggalkannya…”
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi dan ibuku, Yasmine
Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung
jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta
kasih.
Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya
Mengapa Pria Begitu Royal dan Begitu Pelit?
Anda pasti setuju dengan pendapat bahwa uang adalah masalah sensitif. Bila
tidak pintar menanganinya Anda bisa terlibat masalah termasuk ketika
menjalin hubungan cinta. Menurut para ahli, konflik seputar masalah keuangan
adalah salah satu pemicu keretakan hubungan. Tanpa peduli kekasih
Anda termasuk si gudang uang, super dermawan atau malah si tukang berhitung
alias pelit, sama saja masalahnya. Cinta bisa hancur berkeping-keping bila
masalah uang jadi biang keributan di antara Anda berdua. Bagaimana
menyiasatinya?
*Kekasih seperti gudang uang***
Perempuan mana yang menolak dimanjakan dengan hadiah mewah
atau menikmati santap malam di restoran mahal? Pria yang melakukan ini punya
rasa percaya diri dan ego yang sangat tinggi. Bagi mereka rasa sayang hanya
bisa dibuktikan dengan kemewahan dan mereka percaya pasangannya akan merasa
senang dengan perlakuan ini.
Namun, bila Anda malah merasa tidak nyaman dengan sikapnya itu,
komunikasikanlah padanya. Berikan ia pengertian bahwa perlakuan seperti ini
tak perlu terus menerus ia lakukan pada Anda. Katakan padanya, Andapun
nyaman-nyaman saja jika pergi ke restoran biasa atau mendapat hadiah
sederhana, asalkan Ia selalu bersama Anda. Pada umumnya pria akan mengerti
bila Anda memberitahukan sesuatu yang Anda rasakan lewat kata-kata, sehingga
ia tak perlu menduga-duga.
*Kekasih super dermawan*
Ciri-ciri kekasih seperti ini di antaranya mentraktir pizza untuk
teman-teman sekantor Anda dan membayari minum saat sedang hang out. Jika
ada kontes kekasih baik hati, pastilah kekasih Anda itu yang menjadi
pemenangnya meski sebenarnya di akhir bulan ia akhirnya memiliki masalah
finansial. Menurut pendapat para ahli, pria seperti ini punya masalah
dengan perasaan ketidaknyamanan.
Ia berusaha membeli popularitas untuk menciptakan rasa nyaman pada dirinya
sendiri. Sikap ini sama saja menunjukkan rasa tidak percaya diri yang
dimilikinya.
Untuk menyiasati agar kekasih Anda tidak tetap tercukup keuangannya di akhir
bulan, coba minta ia menyisihkan uang cadangan setiap bulannya. Tujuannya
agar ada persediaan uang untuk dirinya sendiri. Anda juga harus mengajaknya
bicara, utarakan apa yang Anda rasakan dan katakan bahwa Anda menerima
dirinya apa adanya sehingga ia pelan-pelan bisa merasa nyaman pada dirinya
sendiri.
*Kekasih perhitungan*
Kekasih Anda baik hati, perhatian namun super pelit, apa yang akan Anda
lakukan? Pria semacam ini mendapatkan pendidikan masa kecil dengan pengaruh
yang sangat besar menurut Oliver Mellan, penulis *Money Harmony in
Relationship* . Biasanya masa kecilnya hidup kekurangan sehingga cenderung
punya kebiasaan berhitung di masa dewasanya. Ia jadi lebih menghargai nilai
uang dan sampai belanjapun ia tetap penuh perhitungan.
Bila Anda memiliki kekasih seperti ini sebaiknya diskusikan perasaan tidak
nyaman yang Anda hadapi terhadap sikapnya yang terlalu ekstrim tersebut.
Katakan padanya bahwa sikap ini bakal membuat Anda berdua merasa tidak
nyaman. Jika ia menghargai Anda kemungkinan ia akan bertoleransi. Namun jika
ia tak juga berubah berarti Anda harus belajar untuk hidup dengan
“kelebihannya” itu.
Penawar Cinta
Oleh: Agussyafii
Keluarga yang mawaddah warahmah adalah keluarga yang mampu membangun
komunikasi dua arah, terbuka dan fleksibel. Itulah yang kami bangun dalam
keluarga. Apapun teori, rumus dan metodenya yang penting hasilnya. Itulah
sebabnya disetiap saat istri saya selalu memiliki pertanyaan sebagai penawar
cinta yang menguatkan jiwa.
Disatu pagi sebelum saya berangkat ke kantor istri saya bertanya, “Mas, tau
nggak bedain gajah besar ama gajah kecil?” “Ya, jelas dong dari badannya aja
udah keliatan gajah besar badannya besar. Gajah kecil badannya kecil.” Jawab
saya. “Salah mas.” “Trus, apa dong?”
“Gini mas, gajah besar ama gajah kecil dikumpulin diayakkan. Terus diayak.
Nanti keliatan, gajah yang kecil-kecil pada jatuh. Dan yang tinggal diayakan
itu tinggal gajah besar.” Begitu jawab istri saya.
Anda juga cerita sebagai penawar cinta?
Hentikan Menyogok Cewek!
Sebelum saya menjadi Jet yang sekarang, saya sempat memiliki beberapa teman tempat saya konsultasi hal-hal seputar cewek. Mereka adalah teman akrab saya dan walaupun jomblo juga mereka tampaknya cukup ahli dalam hal hubungan cowok dan cewek.So setiap kali saya memiliki masalah atau bingung dengan sikap cewek, saya bertanya pada mereka dan demikian juga sebaliknya. Ya, kami para cowok memang sok tahu, saling memberikan nasihat satu sama lain soal cewek sekalipun saat itu sama-sama tidak memiliki pengetahuan yang memadai.Ini adalah salah satu kalimat yang paling sering muncul dalam diskusi:JET doeloe: “Eh gue mo ngajak jalan cewek nih, kemane ye enaknya?” Teman A: “Ajak nonton, makan! Trus beliin boneka pas pulangnya!” JET doeloe: “Bayarin? Beliin?” Teman B: “Iyalah!! cowok bukan loe! Mau pdkt kok gak mau keluar duit!!”Dulu saat mendengar saran tersebut, sepertinya saran tersebut masuk akal. Back then, entah kenapa saya tidak terlalu suka dengan konsep bayarin cewek ketika PDKT untuk menunjukkan saya sebagai cowok yang OK.
Tapi semua orang memberikan saran yang sama. Dan saran itu memang rasanya benar juga. “Saya kan cowok, harus gentleman! Tentu saja harus bayarin cewek, kalo gak mana ada cewek yang mau sama cowo kere!†Saya yakin kamu pernah mengalami hal tersebut.Kamu pasti pernah berkonsultasi dengan temanmu mengenai hal yang sama dan mendapat nasihat yang sama. Sepertinya memang masuk akal, ‘kan? Kalau kamu mengajak dia makan, lalu nonton, lalu memberi bunga atau boneka, voila si cewek bisa jadi tertarik sama kamu. Seandainya pada kencan pertama belum ada tanda-tanda seperti itu, ulangi terus sampai ada tanda itu terlihat, kalau perlu sampai kencan ke 5 dengan rute yang sama. Sayangnya, sahabat, saya punya berita buruk buat kamu. Apa yang selama ini kamu dengar dari teman-teman kamu adalah SALAH BESAR!Kami mendapatkan beberapa email sejenis juga yang menanyakan, “Sebenernya cowo harus bayarin cewe gak sih?” dan “Gimana sih caranya supaya gak bayarin cewe?”Jawaban mudahnya adalah…JANGAN PERNAH MEMBAYARI CEWE LAGI! OK, saya bisa merasakan kalau sekarang kamu sedang marah-marah atas jawaban saya yang terkesan seenak jidat. “Trus bagaimana caranya!”
“Masa gak bayarin?”
“Kan gw cowo gentleman!”
“Mana mau sih cewe sama cowo kere?”
and bla.. bla … bla.. Mari saya jelaskan mengenai hal ini lebih lanjut. Dalam sebuah kencan atau PDKT atau pertemuan apapun, cewek targetmu akan membuat keputusan dalam pikiran bawah sadarnya apakah kamu adalah tipe cowo yang memang dia akan kejar / tertarik dan harus didapatkan (baca : GLOSSY) atau kamu adalah tipe yang murahan dan ngarep (baca: LOSSY) yang dengan senang hati ‘membuktikan’ dirimu sendiri dengan membawanya ke tempat-tempat makan yang mahal, mengajaknya nonton di tempat-tempat yang keren, memberinya banyak bunga dan boneka, dst. Salah satu kalimat yang sering digunakan para cowok saat PDKT sudah dimulai adalah “Jalan yuk kapan-kapan?” Sepertinya tidak ada yang salah, terdengar jujur kan? Kalimat itu secara implisit berkata, “Hey, saya pria yang baik, dan saya ingin mengajakmu jalan-jalan, makan, nonton, sehingga saya punya waktu untuk mengenalmu lebih dalam…” Ya mungkin itu terlihat memang tipe pesan yang tepat untuk disampaikan pada cewek target. Tapi coba lihat lebih dalam tentang apa yang sebenarnya kamu ucapkan saat kamu menyampaikan seperti itu.
1. Kamu memulai hubungan DARI AWAL dengan menawari untuk memberikan dia sesuatu, dan lebih penting lagi kamu menciptakan HARAPAN. Dengan kata lain, saat kamu melakukan hal tersebut, kamu menciptakan HARAPAN dalam dirinya bahwa kamu akan SELALU melakukan hal tersebut. Itu sebabnya kamu kemudian jadi terjerat untuk terus melakukan hal-hal serupa untuk mempertahankan perhatiannya padamu.
2. Secara tidak langsung kamu mengatakan, “Saya merasa saya perlu menggunakan sejumlah jenis suapan untuk bisa bertemu dengan kamu lagi.” Walaupun mungkin kamu berkata, “Ah gak kok, itu bukan untuk nyogok,” tapi pada kenyataannya kamu sedang menyuap dia, sobat.
3. Saat kamu mengajak cewe keluar dan dengan luar biasa membuktikan dirimu sangat suka membayari dia apapun yang dia mau, kamu membuat sang cewek tidak memiliki pilihan selain mengelompokkanmu ke dalam kategori ‘cowok rata-rata’ , ‘cowok nice guy’ , dan hal-hal lainnya yang kita biasa sebut LOSSY.
Sekarang kamu mungkin akan menyangkalnya tetapi sayangnya memang itu yang terlihat dari cowok-cowok yang PDKT dengan bayarin nonton, bayarin makan, bayarin pulsa, bayarin ini bayarin itu dan bayarin bayarin lainnya..Guys, kamu akan berakhir sama dengan ratusan cowok-cowok lain yang menggunakan uang dan sogokan dan hadiah untuk mendapatkan cewe, kamu akan berakhir di tong sampah, merenung dan menyesal. Mari saya beritahu satu rahasia kecil, cewek bisa dengan mudah membedakan antara cowok LOSSY dan GLOSSY hanya dengan sekali pandang.Mereka juga bisa merasakan tujuan dibalik kamu mengajak mereka jalan, nonton dan lain-lain.Saya masih ingat, belum lama ini saya mendapat telepon dari seorang cewek yang baru pulang kencan dengan cowok yang baru PDKT dengan dia. Dia menceritakan kalau cowok tersebut SANGAT BAIK!
MALAH TERLALU BAIK!
Teman saya itu mengatakan ia dibelikan sebuah boneka yang cukup mahal. Ia bercerita saat itu ia masuk ke sebuah toko boneka, ia melihat boneka beruang yang lucu, saat ia sedang mengatakan pada si cowo bertapa lucunya beruang itu, si cowok dengan gagah berkata, “Mau? sini aku beliin.” Yeah, terdengar jantan dan gagah.Sayangnya di otak cewek kata-kata tersebut berarti, “Mau? Sini gw beliin! Tapi elo harus ganti dengan menyukai gw! Gw kan dah beliin elo barang mahal, jadi sukailah gue karena gue cuman bisa narik perhatian elo pake cara itu doang. Oke? Ayo kita beli sekarang.” Menyedihkan sekali banyak cowok yang tidak tahu kalau rasa tertarik itu tidak bisa dipaksakan dengan suapan atau sogokan apapun.Yap, malam itu si cewek berkata kalau dia merasa seperti disuap oleh cowok tersebut supaya dia mau bertemu lagi dan jalan-jalan berdua lagi. Dia memutuskan untuk berhenti bertemu dengan cowok itu dan mengajak saya untuk nonton besoknya setelah saya meledeknya habis-habisan karena payah tidak bisa melihat kecenderungan cowok yang pathetic dari awal.Saat kamu mulai membayari cewek, dia mungkin akan tergelitik oleh Rasa Suka karena siapa sih yang tidak suka ditraktir dan dibeliin hadiah…Tetapi hal-hal seperti makanan dan hadiah tidak akan pernah membawa kamu ke Rasa Tertarik. Perbedaan yang besar!Saya tidak mengatakan untuk selamanya tidak membayari cewek makan atau nonton.Tetapi jika kamu melakukannya dengan frame dan cara yang menunjukkan kalau diri kamu sama dengan ribuan cowo-cowo lain di luar sana, yaitu ngarep menunjukkan kalau kamu baik dan mampu melakukan apa saja yang sang cewek inginkan…… then sorry guys, kamu hanya akan berakhir dengan dompet kosong dan hasil kosong. Di setiap workshop HSEW saya, Lex dan Kei memberitahu mereka beberapa teknik untuk berhenti membayari cewe dan malahan dibayari oleh mereka. Kami bukan saja mengajarkan mereka tehnik tetapi kami juga merubah frame dan attitude mereka dari Lossy menjadi Glossy.Jadi untuk sementara ini sampai kamu benar-benar menjadi cowo Glossy…
… BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI COWOK-COWOK LAIN YANG MENCOBA MENARIK PERHATIANNYA DENGAN MEMBERINYA SOGOKAN HADIAH, MAKANAN, DAN PERHATIAN YANG BERLEBIHAN!
That’s it! OK?
Selama belasan atau puluhan tahun, tergantung umurmu sekarang ini, kamu sudah terbiasa ngebayarin cewek ketika sedang nonton atau sekedar jalan, atau suka membelikan mereka hadiah-hadiah yang kamu tahu mereka inginkan.
Kamu pasti sering melihat bagaimana hal tersebut dilakukan dalam film atau cerita, bagaimana sang cewek tersentuh dengan kebaikan sang cowok dan berpacaran dengannya.
Minggu lalu, karena kebetulan sedang membeli minuman yang sama, saya tidak sengaja menguping tiga orang cowok yang berebutan ngebayarin minuman Quickly yang dibeli oleh seorang cewek di grup mereka.
Bukan cuma kita cowok yang sudah terhipnotis untuk otomatis mengeluarkan kocek ngebayarin cewek, tapi pola itu juga sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan cewek di mana-mana.
Bulan lalu, beberapa langkah sebelum sampai di ticket box di 21 Plaza Semanggi, cewek yang saya hit di minggu sebelumnya berkata dengan ringan, “Elo bayarin gue, OK?â€
Jika si cowok tidak pernah memulai janji traktir, then si cewek tidak akan malu-malu menagihnya, tentu dengan bibir yang tersenyum manis.
Mundur beberapa tahun, ketika kuliah dulu, saya memiliki sahabat dekat yang terlihat sangat gaul sekali. Dia rasanya mengenal dan dikenal semua cewek, bukan hanya di fakultas kami saja, tapi juga fakultas lainnya yang letaknya bersebelahan.
Saat itu, sekalipun diam saja dan menyimpan dalam hati, saya merasa penasaran bercampur sedikit kagum dengan kemampuannya untuk menarik cewek-cewek di sekitarnya.
â€Apa yang dinilai oleh cewek-cewek dari dia, yang tidak bisa didapatkan dari gue, sehingga dia bisa akrab dengan banyak cewek?†pikir saya setiap kali melihatnya bercengkerama dengan cewek-cewek di kampus.
Tidak perlu observasi yang lama untuk bisa menangkap modus operandinya: cowok supplier (penyedia). Teman saya sangat aktif berkenalan dengan cewek baru yang menarik perhatiannya, lalu suatu saat dalam interaksi tersebut dia akan memulai inisiasi untuk ngebayarin atau membelikan sesuatu pada sang cewek.
Tidak heran cewek senang berinteraksi dengannya. Tidak heran dia sering dikelilingi oleh satu dua cewek setiap saatnya. Tidak heran dia selalu disapa oleh cewek-cewek kemanapun dia pergi.
Jadi berdasarkan kasus teman saya dan kejadian lainnya di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa jika ingin melakukan pendekatan pada cewek target yang kita inginkan, atau ingin memperbesar kesempatan bertemu dan menggaet segelintir cewek alternatif lainnya, maka kita harus melakukannya dengan strategi traktiran dan hadiah.
Setiap film, lagu, teman cowok dan cewekmu bukan saja memberikan saran yang serupa, bahkan juga memberikan contoh-contoh keberhasilannya
Jika semua orang yang kamu kenal memberikan konfirmasi, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan umum yang sudah setua usia peradaban manusia, maka itu pasti modus operandi yang benar, bukan?
Salah!
Hari ini kamu belajar akan belajar tentang sebuah racun mematikan yang menjangkiti hampir semua cowok-cowok jomblo di dunia.
Dalam e-book 13 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Cowok, saya mengomentari racun ini adalah cara jitu cepat untuk menyampaikan pada cewek target bahwa kamu tidak memiliki kepribadian yang berkualitas.
Mengapa demikian?
Karena ketika kamu mentraktir, kamu sebenarnya membayar cewek itu untuk kesempatan dan waktu berinteraksi dengannya. Kamu terus ngebayarin dan menambahkan intensitas, berharap dengan banyaknya kesempatan interaksi tersebut, dia akan mengenalmu cukup intim, cukup tersentuh hingga akhirnya ingin menjalani hubungan yang serius dan berkualitas denganmu.
Tapi coba jawab ini: jika kamu memang berkualitas dan menyenangkan, apakah kamu perlu sampai membayar orang demi bersenang-senang dan menghabiskan waktu denganmu?
Mentraktir sama sekali tidak ada hubungannya dengan kamu bersikap asyik apalagi gentleman. Justru yang terjadi adalah kamu terlihat murahan dan putus asa. Ditambah lagi, jika seseorang terbiasa mentraktir cewek, dia tidak akan melakukannya pada satu cewek target, tapi ke semua cewek yang berada dalam daftar ngarep dan PDKT-nya. Itu yang terjadi dengan sahabat saya di kampus tersebut. Saya yakin kamu pasti juga pernah, jika bukan masih, bermain dengan strategi yang sama.
Saya menyebutnya memberikan kompensasi, Jet menyebutnya dengan menyogok. Apapun sebutannya, hal tersebut tidak akan pernah memberikan hasil seperti yang kamu pikirkan.
Jika kamu beruntung dan persaingan tidak terlalu ketat, kamu mungkin akan bisa dikelilingi dengan cewek-cewek yang menarik. Tapi dari pengalamanmu, coba ingat baik-baik sampai detik berapa banyak cewek target yang sudah berhasil kamu gol-kan hingga memasuki romance?
Saya berani bertaruh hasilnya NOL KOMA NOL BESAR.
Kalaupun ada, nasib hubungan kalian tidak berumur lama.
Besar pasak daripada tiang, demikian kata pepatah.
Coba tanya kenapa.
Jauh di dalam dirimu sebenarnya tahu alasannya, tapi kamu tidak menyadarinya jarang sekali mengakses sisi analisa kritis tersebut. Jadi gunakan waktu ini untuk ‘memaksa’ dirimu sedikit lebih kritis dari biasanya. Lakukan hal ini demi masa depanmu sendiri.
Ketika rajin ngebayarin teman cewek yang sedang kamu targetkan, kamu sibuk memenuhi kebutuhan eksternalnya, yaitu materi fisik yang diinginkan oleh manusia pada umumnya, mis. makan-minum, punya barang baru, fasilitas, bersenang-senang, dsb.
Penyakit dari manusia adalah ketika sudah mencapai posisi yang enak dan nyaman, dia akan berusaha mempertahankan hal tersebut sehingga menahan segala keinginan lain yang mungkin bisa merusak kenyamanan tersebut.
Seorang cewek yang sudah mendapatkan segala sesuatu yang dia butuhkan ketika berada pada posisi teman-saja denganmu tentu tidak akan berniat untuk meningkatkan hubungan karena mengandung setidaknya dua resiko yang berbahaya:
a. “Jadi temen aja udah enak banget dibayarin kemana-mana, kalo kita jadian and trus entah gimana putus, ilang deh semua fasilitas bginian.â€
b. “Kalo dia gue jadiin pacar, pasti teman cowok-cowok suppliers lain yang suka ngebayarin gue bakalan berkurang dong. Gile aje, ngga mungkin dong…â€
Catat bahwa kedua hal ini tersebut muncul secara otomatis di alam bawah sadar cewek, terutama mereka yang tergolong cewek inflasi sudah biasa dikelilingi oleh cowok-cowok supplier dan ngarep.
Jadi sekarang kamu tahu mengapa sejumlah cewek ngarepanmu selalu menerima saja ketika kamu mengajaknya nonton, makan, ice-skating, atau melakukan aktifitas lainnya dengan biaya yang keluar dari dompetmu.
Sama sekali bukan karena mereka tertarik dan sedang ingin mengenalmu, atau memberikanmu kesempatan untuk mendekatinya.
Tidak, sobat.
Mereka bersedia menghabiskan waktu denganmu hanya karena kamu sudah membayarnya untuk melakukan demikian. Jangan coba tanya apakah hal itu benar kepada cewek karena tentu mereka akan menyangkalnya!
“Jalan-jalan, makan-minum, nonton, dan belanja aja udah seru, apalagi kalo ada yang ngebayarin. Kepuasan dobel! Gue cuman perlu nemenin dan jadi temen curhatnya, sambil dengerin jokes nya yang basi dan sedikit pura-pura ketawa. Sejauh logika gue sih ini negosiasi yang bagus.â€
Kamu memang berhasil mendekatinya, bro, tapi lihat sekelilingmu ada berapa ratus cowok lainnya yang mencapai level yang sama dengan melakukan taktik serupa. Jadi jangan harap apa yang sudah kamu lakukan itu bisa dianggap spesial atau membuatnya tergoda untuk memilihmu dibandingkan segudang cowok lainnya!
Kamu mungkin komplain, “Ah, tapi kalo emang dia ngga tertarik ama gue, kenapa dia ngga nolak ajakan atau hadiah atau traktiran gue?â€
Inilah yang muncul dalam logika cewek ketika kamu terus saja menyiraminya dengan berbagai perhatian, termasuk akses finansial:
“Dia nawarin, ya goblok aja kalo ngga diambil. Kalopun dia ngga nawarin duluan, dia selalu ngasih juga kalo gue minta. Teman baik kayak gitu ngga bakalan gue tinggalin, kecuali dia mulai minta yang macem-macem.â€Saya bisa mendengar sebagian kecil cowok yang berseloroh, “Ah, cewek target gue tuh anak baek-baek, ngga begitu pola pikirnya. So jauh lebih baik terus jadi supplier dan nunggu aja. Gue percaya komitmen dan kesetiaan akan membuahkan hasil.â€
Dude, seriously…… open your eyes!
Atau kamu akan mati di usia muda karena stress dan gagal ginjal!
Sekarang kamu harus belajar mengerti dan menerima fakta bahwa cewek-cewek itu suka bergaul denganmu dan menikmati pemberianmu sama sekali tidak berarti dia tertarik untuk menjadi kekasihmu. Saya akan jelaskan lebih lanjut. Tadi saya sempat menyebut tentang kebutuhan eksternal, yaitu hal-hal mengacu pada pemuasan materi fisik. Sekalipun dalam romance terdapat faktor interaksi fisik (sentuhan dan seks), namun bagi cewek hal tersebut tidak tergolong ke dalam materi fisik; bagi mereka hal-hal romance, cinta dan seks masuk ke dalam kebutuhan internal, yakni materi yang berkenaan dengan kepuasan emosi dan jiwa. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa untuk dapat mengalami orgasme yang penuh, seorang cewek harus berani untuk melepaskan kendali atas dirinya, mempercayakan diri sepenuhnya pada si cowok dan merelakan dirinya terlihat lemah dan memalukan ketika sang cowok membawanya pada titik klimaks yang meledak-ledak.
Itu sebabnya cewek-cewek selalu mencari cowok yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dominan agar mereka dapat dengan tenang menyerahkan diri mereka dan tenggelam menikmati misteri petualangan romance yang diberikan oleh cowok tersebut.
Apakah itu sesuatu yang bisa diberikan oleh cowok supplier baik hati yang rajin mentraktir?Sama sekali tidak.Kecuali dia memang super tajir, jarang sekali cowok supplier memiliki komponen kepemimpinan, dominan, dan petualangan yang memadai.
Yang ada justru cowok supplier adalah kumpulan cowok baik-baik yang serba membosankan lemah dalam hidupnya dan begitu tidak percaya diri sehingga harus menyogok cewek demi mau bermain dengan mereka.Cewek yang berkualitas tidak akan tertarik secara romansa dengan cowok supplier karena sifat tersebut bukan hal yang menggambarkan imajinasi petualangan cinta yang mendebarkan.Apakah sekarang kamu mengerti mengapa mereka menerima setiap kali kamu mengajaknya bersenang-senang, tapi ketika mereka ingin bersenang-senang, mereka jarang mengajakmu dan memilih untuk melakukannya dengan cowok-cowok lain, bahkan jadian dengan cowok yang justru tidak sebaik dirimu?
Karena kamu tidak merasa memiliki kualitas cukup menarik yang diinginkan oleh cewek tanpa embel-embel dan imbalan fasilitas.
Karena mentraktir dan memberi hadiah sekeren apapun tidak akan bisa menutupi keminderanmu akan diri sendiri.Karena cewek tidak pernah tertarik pada pecundang yang bersedia mengobral kompensasi sebanyak mungkin demi kehadiran seorang cewek untuk melengkapi hidupnya.
Saya harap saat ini saya sudah menyakiti dirimu cukup parah hingga kamu merasa muak dengan keadaan selama ini dan ingin mengubah pola hidupmu sekarang juga.
Sekali lagi, setiap kali kamu bersedia mengeluarkan begitu banyak investasi secara finansial ketika mendekati cewek, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa selain, “Hey, elo teman gue paling baik dan paling kenal gue, dan kita akan selalu menjadi teman sejati selamanya.â€
Kalau ternyata kamu berhasil memancing cewek untuk jadian lewat strategi cowok supplier, maka umur kalian hanya sejauh (a) seberapa lama sebelum seluruh resource-mu terkuras habis, (b) seberapa lama sampai akhirnya kamu muak karena si cewek tidak benar-benar menginginkanmu, (c) seberapa lama sebelum cewekmu menemukan cowok lain yang lebih supplier daripadamu, atau kombinasi ketiganya.Sobat, menjadi cowok supplier yang rajin mentraktir target (baca: memberi kompensasi dan sogokan) bukan strategi yang cerdas, baik dalam usaha pendekatan maupun setelah dalam hubungan.Dalam setiap workshop Hitman System, saya selalu menekankan peserta untuk bertemu dan menjalani hubungan dengan cewek sebanyak mungkin. Kamu bisa bayangkan betapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk aktifitas itu jika mereka masih memakai paradigma cowok supplier.Itu sebabnya kami mengajarkan pada mereka bagaimana caranya menciptakan karakter yang kuat semenjak awal interaksi bahwa kamu tidak bisa dianggap sebagai cowok desperate yang bersedia mengeluarkan uang demi mendekati cewek, bahkan mampu menolak ketika sang cewek meminta tanpa membuatnya merasa keberatan atau membatalkan acara.Saya tidak bisa membagikan tehniknya dalam artikel ini, sekalipun kamu bisa menerka-nerka sendiri sejumlah strateginya jika membaca artikel dan Q&A yang tersedia di website www.hitmansystem.com .Jika kamu selama ini selalu jadi bulan-bulanan nasib, kewalahan harus ngebayarin cewek tanpa pernah melihat hasil yang kamu inginkan, lebih baik kamu menabung semua pengeluaran tersebut untuk mengikuti Hitman System Exclusive Workshop di bulan yang bersangkutan.Investasi yang kamu berikan untuk mengembangkan dirimu tersebut akan membuahkan nilai yang berlipat ganda dibandingkan jika kamu pakai untuk menyumbang pulsa, mentraktir J.Co, atau membelikan kalung-gelang dan boneka pada cewek yang kamu incar.
Lalu kelanjutan pengalaman saya di awal artikel ini, apa yang saya jawab pada cewek yang meminta saya mentraktirnya nonton di Plaza Semanggi?Saya tidak menjawab apa-apa. Ketika langkah kami tiba di depan loket 21, saya langsung menyebutkan film yang ingin ditonton berikut dua posisi tempat duduk, lalu berbalik menatap mata sang cewek dengan santai.Tiga detik kemudian terdengar suara, “Terima kasih, selamat menonton,†dari penjaga ticketbox.“Good girl,†jawab saya sambil menepuk kepala cewek target tersebut, berjalan ke arah pintu studio, meninggalkannya yang sibuk membereskan uang kembalian dan memasukkan dompet ke dalam tas lengannya.
Film dimulai.
Artikel selesai
Sekarang kamu tahu sedikit mengenai kesalahan yang sering dilakukan cowok-cowok saat mengajak cewek pergi kencan, tetapi sebelum bisa mengajak cewek pergi keluar, tentu saja kamu harus tahu bagaimana caranya membuat seorang cewek mau untuk diajak keluar oleh kamu.
Kalau kamu selama ini merasa kamu kurang pede, susah berkomunikasi dengan cewe yang kamu suka, tidak pernah bisa mendapatkan cewe yang memang kamu inginkan, selalu gagal dalam urusan romance…
Hey kamu sama sekali tidak sendirian!
KISAH CINTA DALAM SEBUAH DOMPET
(eXceLlence)
 Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan di dalamnya.
Satu-satunya yang tertera pada amplop surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk. Lalu aku baca tahun “1924″. Ternyata surat itu ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut kirinya. Tertulis di sana, “Sayangku John”, yang menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan bahwa ia tidak bisa bertemu denganmu lagi karena ibu telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap mencintaimu. Surat itu ditanda tangani oleh Hannah.
Surat itu begitu indah. Tetapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama pemilik dompet itu. Mungkin bila aku menelepon bagian penerangan , mereka bisa memberitahu nomor telepon alamat yang ada pada amplop itu.
“Operator,” kataku pada bagian penerangan, “Saya mempunyai permintaan yang agak tidak biasa. Saya sedang berusaha mencari tahu pemilik dompet yang saya temukan di jalan. Barangkali anda bisa membantu saya memberikan nomor telepon atas alamat yang ada pada surat yang saya temukan dalam dompet tersebut ?” Operator itu menyarankan agar aku berbicara dengan atasannya, yang tampaknya tidak begitu suka dengan pekerjaan tambahan ini.
Kemudian ia berkata, “Kami mempunyai nomor telepon alamat tersebut, namun kami tidak bisa memberitahukannya pada anda.” Demi kesopanan, katanya, ia akan menghubungi nomor tersebut, menjelaskan apa yang saya temukan dan menanyakan apakah mereka berkenan untuk berbicara denganku. Aku menunggu beberapa menit. Tak berapa lama ia menghubungiku, katanya, “Ada orang yang ingin berbicara dengan anda.” Lalu aku tanyakan pada wanita yang ada di ujung telepon sana, apakah ia mengetahui seseorang bernama Hannah. Ia menarik nafas, “Oh, kami membeli rumah ini dari keluarga yang memiliki anak perempuan bernama Hannah. Tapi, itu 30 tahun yang lalu !”
“Apakah anda tahu dimana keluarga itu berada sekarang ?” tanyaku. “Yang aku ingat, Hannah telah menitipkan ibunya di sebuah panti jompo beberapa tahun lalu,” kata wanita itu. “Mungkin, bila anda menghubunginya mereka bisa mencari tahu dimana anak mereka, Hannah, berada.”
Lalu ia memberiku nama panti jompo tersebut. Ketika aku menelepon ke sana, mereka mengatakan bahwa wanita, ibu Hannah, yang aku maksud sudah lama meninggal dunia. Tapi mereka masih menyimpan nomor telepon rumah dimana anak wanita itu tinggal.
Aku mengucapkan terima kasih dan menelepon nomor yang mereka berikan. Kemudian, di ujung telepon sana, seorang wanita mengatakan bahwa Hannah sekarang tinggal di sebuah panti jompo. “Semua ini tampaknya konyol,” kataku pada diriku sendiri. Mengapa pula aku mau repot-repot menemukan pemilik dompet yang hanya berisi tiga Dollar dan surat yang ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu ? Tapi, bagaimana pun aku menelepon panti jompo tempat Hannah sekarang berada. Seorang pria yang menerima teleponku mengatakan, “Ya, Hannah memang tinggal bersama kami.” Meski waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku meminta agar bisa menemui Hannah.
“Ok,” kata pria itu agak bersungut-sungut,
“Bila anda mau, mungkin ia sekarang sedang menonton TV di ruang tengah.” Aku mengucapkan terima kasih dan segera berkendara ke panti jompo tersebut. Gedung panti jompo itu sangat besar. Penjaga dan perawat yang berdinas malam menyambutku di pintu. Lalu, kami naik ke lantai tiga. Di ruang tengah, perawat itu memperkenalkan aku dengan Hannah. Ia tampak manis, rambut ubannya keperak-perakan, senyumnya hangat dan matanya bersinar-sinar.
Aku menceritakan padanya mengenai dompet yang aku temukan. Aku pun menunjukkan padanya surat yang ditulisnya. Ketika ia melihat amplop surat berwarna biru lembut dengan bunga-bunga kecil di sudut kiri, ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Anak muda, surat ini adalah hubunganku yang terakhir dengan Michael.” Matanya memandang jauh, merenung dalam-dalam. Katanya dengan lembut, “Aku amat-amat mencintainya. Saat itu aku baru berusia 16 tahun, dan ibuku menganggap aku masih terlalu kecil. Oh, ia sangat tampan. Ia seperti Sean Connery, si aktor itu.”
“Ya,” lanjutnya. “Michael Goldstein adalah pria yang luar biasa. Bila kau bertemu dengannya, katakan bahwa aku selalu memikirkannya, Dan …,” Ia ragu untuk melanjutkan, sambil menggigit bibir ia berkata, “Katakan, aku masih mencintainya. Tahukah kau, anak muda,” katanya sambil tersenyum. Kini air matanya mengalir, “Aku tidak pernah menikah selama ini. Aku pikir, tak ada seorang pun yang bisa menyamai Michael.”
Aku berterima kasih pada Hannah dan mengucapkan selamat tinggal. Aku menuruni tangga ke lantai bawah. Ketika melangkah keluar pintu, penjaga di sana menyapa, “Apakah wanita tua itu bisa membantu anda ?” Aku sampaikan bahwa Hannah hanya memberikan sebuah petunjuk, “Aku hanya mendapatkan nama belakang pemilik dompet ini. Aku pikir, aku biarkan sajalah dompet ini untuk sejenak. Aku sudah menghabiskan hampir seluruh hariku untuk menemukan pemilik dompet ini.”
Aku keluarkan dompet itu, dompet kulit dengan benang merah di sisi-sisinya. Ketika penjaga itu melihatnya, ia berseru, “Hei, tunggu dulu. Itu adalah dompet Pak Goldstein ! Aku tahu persis dompet dengan benang merah terang itu. Ia selalu kehilangan dompet itu. Aku sendiri pernah menemukan dompet itu tiga kali di dalam gedung ini.” “Siapakah Pak Goldstein itu ?” tanyaku. Tanganku mulai gemetar. “Ia adalah penghuni lama gedung ini. Ia tinggal di lantai delapan. Aku tahu pasti, itu adalah dompet Mike Goldstein. Ia pasti menjatuhkannya ketika sedang berjalan-jalan di luar.”
Aku berterima kasih pada penjaga itu dan segera lari ke kantor perawat. Aku ceritakan pada perawat di sana apa yang telah dikatakan oleh si penjaga. Lalu, kami kembali ke tangga dan bergegas ke lantai delapan. Aku berharap Pak Goldstein masih belum tertidur. Ketika sampai di lantai delapan, perawat berkata, “Aku pikir ia masih berada di ruang tengah. Ia suka membaca di malam hari. Ia adalah pak tua yang menyenangkan. “
Kami menuju ke satu-satunya ruangan yang lampunya masih menyala. Di sana duduklah seorang pria membaca buku. Perawat mendekati pria itu dan menanyakan apakah ia telah kehilangan dompet. Pak Goldstein memandang dengan terkejut. Ia lalu meraba saku belakangnya dan berkata, “Oh ya, dompetku hilang !” Perawat itu berkata, “Tuan muda yang baik ini telah menemukan sebuah dompet. Mungkin dompet anda ?”
Aku menyerahkan dompet itu pada Pak Goldstein. Ia tersenyum gembira. Katanya, “Ya, ini dompetku ! Pasti terjatuh tadi sore. Aku akan memberimu hadiah.” “Ah tak usah,” kataku. “Tapi aku harus menceritakan sesuatu pada anda. Aku telah membaca surat yang ada di dalam dompet itu dengan harap aku mengetahui siapakah pemilik dompet ini.” Senyumnya langsung menghilang. “Kamu membaca surat ini ?” “Bukan hanya membaca, aku kira aku tahu dimana Hannah sekarang.”
Wajahnya tiba-tiba pucat. “Hannah ? Kau tahu dimana ia sekarang ? Bagaimana kabarnya ? Apakah ia masih secantik dulu ? Katakan, katakan padaku,” ia memohon. “Ia baik-baik saja, dan masih tetap secantik seperti saat anda mengenalnya, ” kataku lembut. Lelaki tua itu tersenyum dan meminta, “Maukah anda mengatakan padaku dimana ia sekarang ? Aku akan meneleponnya esok.” Ia menggenggam tanganku, “Tahukah kau anak muda, aku masih mencintainya. Dan saat surat itu datang, hidupku terasa berhenti. Aku belum pernah menikah, aku selalu mencintainya. ” “Michael,” kataku, “Ayo ikuti aku.”
Lalu kami menuruni tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana Hannah masih duduk sendiri menonton TV. Perawat mendekatinya perlahan. “Hannah,” kata perawat itu lembut. Ia menunjuk ke arah Michael yang sedang berdiri di sampingku di pintu masuk. “Apakah anda tahu pria ini ?” Hannah membetulkan kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun. Michael berkata pelan, hampir-hampir berbisik, “Hannah, ini aku, Michael. Apakah kau masih ingat padaku ?” Hannah gemetar, “Michael ! Aku tak percaya. Michael ! Kau ! Michaelku !” Michael berjalan perlahan ke arah Hannah. Mereka lalu berpelukan. Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan air mata menitik di wajah kami.
“Lihatlah,” kataku. “Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia berkehendak, maka jadilah.” Sekitar tiga minggu kemudian, di kantor aku mendapat telepon dari rumah panti jompo itu. “Apakah anda berkenan untuk hadir di sebuah pesta perkawinan di hari Minggu mendatang ? Michael dan Hannah akan menikah !” Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah. Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Hannah mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik. Sedangkan Michael mengenakan jas hitam dan berdiri tegak. Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka.
Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka. Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang pengantin berusia 76 dan 79 tahun bertingkah seperti anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan ini. Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta yang tak pernah padam selama 69 tahun.
Filed by antyms at May 7th, 2007 under Belajar B. Inggris Yuukk

