Navigation | Gambaran Kehidupan

This Day in History

Free content provided by The Free Dictionary

Gambaran Kehidupan

Kehidupan dari sudut pandang apapun tetap merupakan ragam yang menyemarakan, tetap merupakan slide yang harus berputar, tetap klise buram yang tak berwarna. Kehidupan hanya refresing jiwa sebelum pada akhirnya kita menuju pada yang kekal dan nyata. Kehidupan hanya soal waktu menunggu kematian. Kehidupan membaca sepintar apa kita memanfaatkan masa. Kehidupan memberi kesempatan keangkuhan sebelum akhirnya kekalahan.

Raju Masih Kecil Kok Sudah Dipenjara…
Oleh: Khaerudin

Raut ketakutan terpancar di wajah mungilnya. Suara bocah kelas III SD itu pun terbata. Jiwanya terguncang hebat.Ruang sidang, petugas berseragam, dan rumah tahanan mungkin akan menjadi mimpi buruk bagi Muhammad Azwar (8) sepanjang hidupnya. Bocah yang akrab dipanggil Raju oleh teman-teman sepermainannya itu harus memikul beban yang tak semestinya ditanggung anak seusianya.Tak terbayangkan, perkara kecil, perkelahian antarteman, berbuntut masuk ruang tahanan dan sidang di pengadilan berhari-hari. Sidang dijalaninya di Pengadilan Negeri Stabat Cabang Pangkalan Brandan,Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. “Raju malu diejek teman-teman di sekolah. Mereka bilang, Raju masih kecil kok sudah dipenjara,” tutur Raju.Rabu siang, 31 Agustus 2005, yang menjadi awal semua peristiwa ini, mungkin tak diingat Raju. Ia hanya tahu, hari itu sepulang sekolah dia diejek Armansyah, kakak kelasnya yang berumur 14 tahun. Perkara saling ejek anak SD yang lumrah terjadi ini berbuntut perkelahian.Raju tak terima dengan ejekan Armansyah. Mereka berkelahi. Keduanya sama-sama terluka. Masih terlihat bekas cakaran di wajah dan robekan di bibir Raju. Demikian pula Armansyah. Dari visum dokter,iga dan pinggul kirinya mengalami memar.Seharusnya perkara ini selesai saat kedua orangtua anak-anak ini bertemu. Sugianto, ayah Raju, sepakat membiayai pengobatan Armansyah.Namun, entah mengapa, orangtua Armansyah mengadukan Raju kepada polisi. Anak bungsu pasangan Sugianto dan Saedah itu disangkamelakukan penganiayaan.

 

Sugianto kini menyesal. Mengapa ketika Raju yang juga mengalami memar
dan luka di wajahnya tak divisum dokter. “Anak saya juga mengalami
penganiayaan,” ujar Sugianto.Maka, mulailah mimpi buruk dalam kehidupan Raju. Pada September 2005, tiga kali Sugianto harus membawa Raju ke Kantor Polisi Sektor Gebang,Kabupaten Langkat, untuk disidik. Dalam pemeriksaan, Raju sama sekali
tidak didampingi penasihat hukum ataupun petugas dari Balai Pemasyarakatan Anak (Bapas). Petugas Bapas terkait sesungguhnya bisa memberikan rekomendasi apakah
Raju layak ditahan atau tidak. Saat dalam proses penyidikan, Raju memang belum ditahan. Berkas perkara Raju dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Stabat Cabang
Pangkalan Brandan. Perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Stabat Cabang Pangkalan Brandan pada 12 Desember 2005. Saedah, yang mendampingi Raju pada sidang pertama, menuturkan betapa anaknya ketakutan. “Raju menangis minta pulang. Ia sangat takut,” ujarnya. Ruang sidang menjadi mimpi buruk kedua Raju setelah kantor polisi. Hakim tunggal yang mengadili perkara Raju, Tiurmaida H Pardede,
dirasakan telah menyidangkan perkara ini demikian “tegas”. Raju merasa diperlakukan sebagai pesakitan yang pantas duduk di kursi terdakwa. Suara tegas ibu hakim menjadi seperti bentakan yang menakutkannya. Raju akhirnya menangis di persidangan. “Raju takut karena bu hakimnya bentak-bentak Raju,” ujar bocah yang lahir pada 9 Desember 1997 itu.Yang membuat orangtuanya prihatin, perkataan sang hakim pada sidang pertama seperti sudah menyudutkan Raju. Menurut Saedah, pada sidang pertama hakim langsung memvonis anaknya. “Hakim bilang, dari raut mukanya saja dia tahu bahwa anak saya memang anak nakal,” ujar Saedah. Di persidangan kedua, 19 Januari 2006, Raju benar-benar menjadi pesakitan. Oleh sang hakim, bocah yang hobi bermain sepak bola sepulang sekolah ini diharuskan menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Pangkalan Brandan, terhitung sejak hari itu hingga 2 Februari. Raju dianggap memberikan keterangan berbelit sehingga perlu ditahan. “Raju takut kerangkeng (penjara). Banyak orang jahat di sana,” ujar anak itu dengan mata berkaca-kaca.Tak tega melihat penderitaan anaknya, Sugianto pun tiap malam harus rela mendampingi anaknya di rutan. “Raju diperbolehkan menginap di ruangan kantor, tidak di sel,” ujarnya. Ketakutan yang teramat sangat dan rasa rindu dengan suasana rumah,teman-teman, dan sekolah membuat Raju stres. Hampir setiap saat Raju
menangis minta pulang agar bisa sekolah. Selama 14 hari Raju benar- benar dikurung.
Sugianto dengan sangat mengiba meminta agar anaknya diizinkan bersekolah. Ia tak tahan setiap saat melihat Raju menangis di ruang tahanan. Raju akhirnya diizinkan keluar rutan pada jam sekolah. “Setiap pagi saya jemput Raju untuk sekolah. Sorenya saya pulangkan ke rutan,” kata Sugianto menceritakan. Kasus Raju mungkin tak akan pernah diketahui andai tak ada staf divisi hukum Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan,Jonathan Panggabean dan Suryani Guntari. Keduanya secara kebetulan tengah berada di Pengadilan Negeri Stabat Cabang Pangkalan Brandan pada 2 Februari 2006, atau pada persidangan ketiga Raju. Suryani merasa tak seharusnya anak di bawah usia delapan tahun menjalani
persidangan.

 

Jonathan yang juga berprofesi pengacara akhirnya menawarkan bantuan menjadi kuasa hukum Raju. Namun, jalan terjal masih menghadang Raju dan orangtuanya. Permohonan penghentian persidangan belum mendapat hasil. “Padahal, pada saat kejadian perkara, usia Raju masih tujuh tahun delapan bulan sehingga secara formal peradilan terhadap Raju tidak sah,” ujar Jonathan. Namun, Tiurmaida bersikukuh perkara Raju harus terus disidangkan karena pada saat berkas masuk ke pengadilan usia Raju telah mencapai delapan tahun satu bulan.

 

Persidangan demi persidangan semakin merusak mental Raju. Apalagi hakim seperti tak melihat sosok lugu Raju.

 

Saedah menuturkan, pada hari persidangan, Raju harus menunggu panggilan sidang di ruang tahanan yang memang biasa tersedia di pengadilan. Di ruangan itu berkumpul banyak terdakwa lain yang menunggu untuk disidangkan. Tak ada satu pun anak-anak. Saat itu waktu menunjukkan pukul 14.00 dan Raju tampak letih karena belum makan sejak pagi. Saedah yang membawa bekal makanan dari rumah meminta izin kepada Ketua Pengadilan Negeri Stabat Syamsul Basri agar anaknya bisa keluar sebentar untuk disuapi makanan. Permintaan itu ternyata ditolak Syamsul dengan alasan izin mengeluarkan tahanan harus dari hakim yang menyidangkan perkara.

 

“Padahal, anak saya belum makan sejak pagi. Saya hanya minta izin agar bisa menyuapi anak saya makan karena enggak mungkin saya lakukan di dalam ruang tahanan,” ujar Saedah sambil terisak. Mata Raju berkaca-kaca melihat ibunya menangis. Bocah ini seperti mengerti kesedihan orangtuanya.

Nikah Trendi Ala Saudi

JUMAT malam pekan lalu, Khaled Alghamdi, 41 tahun, tampak duduk santai
menghabiskan malam panjang akhir pekannya. Bersama rekannya sesama
pengusaha yang bermukim di Jeddah, Arab Saudi, Khaled asyik mengisap
syisa’, rokok Arab dengan rasa khas sari buah-buahan. WOX Cafe, nama
kafe tempat mereka biasa saling ngobrol bebas, adalah ajang
berkumpulnya
para rijaal a’maal (eksekutif muda) Saudi yang terletak di kawasan
elite
Distrik Tahlia, Jeddah.

Di WOX Cafe, mayoritas konsumennya datang dari luar kota. Mereka tampak
puas menikmati suasana kota Jeddah yang cenderung agak bebas
peraturannya dibandingkan dengan kota-kota lain di daratan Saudi.
Khaled
adalah CEO perusahaan garmen terkenal yang berkantor pusat di ibu kota
Arab Saudi, Riyadh. Pabriknya menyebar di tiga kota besar utama Saudi:
Riyadh, Jeddah, dan Dammam. Malam itu ia tampak bahagia. Wajahnya cerah
dan senyumnya terus mengembang.

Ada apa gerangan? Usut punya usut, rupanya Khaled baru menikahi seorang
janda kaya asal Jeddah yang berprofesi sebagai guru. Si janda adalah
istri ketiga Khaled. Istri pertama dan kedua berdomisili di Riyadh.
Gaji
seorang guru di Saudi bisa mencapai belasan ribu riyal. Rekan-rekan
dekatnya tampak bergantian menyalami dan memujinya. “Ini bukan
sembarang
nikah. Ini pernikahan tren baru. Nikah misyaar,” bisik Khaled kepada
Gatra. Misyaar?

Di daratan Timur Tengah, poligami adalah sesuatu yang jamak, bahkan
sudah mentradisi. Poligami bahkan menjadi status sosial seseorang.
Orang
yang mapan secara ekonomi umumnya memiliki istri lebih dari satu.
Sindiran di antara mereka, kalau hanya beristri satu, lazim dikatakan
“miskiin enta..!” (kasian deh lu).

Tapi, di sisi lain, tingkat perceraian cukup tinggi. Hal ini terjadi
karena kaum wanita di Saudi sangat konsumtif, punya hobi mishwaar
(jalan-jalan) dan belanja yang tinggi. Sayang, mereka tidak produktif,
selain memang karena tabiat mereka yang pemalas. Ruang lingkup kerja
yang sangat terbatas menjadi alasan lain. Perceraian adalah jalan
keluar
ketika suami tidak mampu memenuhi anggaran belanja sang istri.

Di Arab Saudi, pernikahan bisa menelan biaya ratusan ribu riyal.
Umumnya
seorang mempelai wanita meminta mahar 50.000 riyal hingga 250.000
riyal,
setara dengan Rp 125 juta hingga Rp 600 juta. Selain mahar, calon suami
harus sudah menyediakan rumah/apartemen dan kendaraan, plus simpanan
deposito bagi calon istri. Ini semua dilakukan agar ketika terjadi
perceraian, sang istri punya ‘’sangu” untuk bertahan sampai ia dilamar
untuk menikah lagi. Jumlahnya sesuai permintaan sang calon istri.

Total, biaya untuk satu perhelatan haflah zafaaf (pesta pernikahan),
calon suami sedikitnya menyiapkan dana 400.000 riyal- 500.000 riyal.
Khusus bagi warga Saudi yang kurang mampu secara ekonomi, ada salah
satu
lembaga sosial yang khusus menghimpun dana untuk membantu warga yang
berniat menikah, tapi tak mampu secara keuangan.

Tapi fakta di lapangan, pada umumnya lelaki Saudi tak mau menikahi para
janda. Untuk urusan yang satu ini, mereka paling ”demen” memilih
gadis
di bawah umur 20 tahun. Maka, banyak janda hingga usia lanjut tak
kunjung menikah lagi. Secara diam-diam kini muncul tren pernikahan baru
yang disebut “nikah misyaar” (pernikahan berjalan), yaitu pernikahan
yang tidak mengikat sang suami untuk tinggal serumah dan menafkahi
istri. Hasil ijtihad para ulama fikih Saudi yang tergabung dalam satu
kumpulan organisasi bernama Majma’ Ulama Fiqhiy (MUF) membolehkan
pernikahan itu dengan syarat-syarat sangat ketat.

Para ulama MUF, antara lain Syekh Muhammad Ali Syekh dan Syekh Bakr Abu
Zaid, berpendapat bahwa pernikahan misyaar adalah solusi bagi para
janda
yang mapan secara ekonomi. Setelah rukun dan syarat nikah terpenuhi,
secara hukum syar’i sah nikahnya. Juga ada pengalihan hak dan
kewajiban.

Lazimnya suami yang menafkahi istri. Dalam hal nikah misyaar, kewajiban
itu dialihkan ke pihak istri. Karena si istri tidak menuntut apa pun
dari sang suami. Ia dianggap lebih mapan. Selain tidak berkewajiban
untuk menafkahi, sang suami tidak dipermasalahkan untuk tidak tinggal
serumah. Ia boleh datang beberapa hari dalam seminggu atau bahkan
sebulan sekali. Suami datang hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis
sang istri. Bahkan sebaliknya, kebutuhan hidup suami yang dipenuhi oleh
sang istri.

Dalam beberapa pekan terakhir, perdebatan bermunculan di berbagai media
cetak dan elektroknik. Umumnya masyarakat tidak memasalahkan syar’i.
Karena syarat dan rukun sudah terpenuhi, maka nikahnya dinyatakan sah.
Mereka lebih mengkhawatirkan dampak negatif terhadap kehidupan berumah
tangga dan bermasyarakat. Apalagi kalau sampai memiliki keturunan. Si
anak tidak merasakan keutuhan sebuah keluarga. Penyebabnya, mayoritas
yang melaksanakan nikah misyaar tidak diikuti dengan isy’aar
(pemberitahuan kepada khalayak umum). Pernikahannya cenderung
diam-diam.

Pernikahan bukan sebatas halalnya hubungan biologis, tapi ada
konsekuensi sosial yang harus ditanggung. “Dengan nikah, kita juga akan
terhalang dari fitnah. Nikah misyaar hanya akan menimbulkan fitnah
baru,” Ahmad Abdullah Al-Quraisy memaparkan dengan berapi-api dalam
dialog interakif yang diselenggarakan saluran televisi khusus dialog
agama, IQRA. Ahmad adalah seorang pemuka masyarakat Mekkah dari
komunitas Quraisy.

Ketika perdebatan tentang boleh-tidaknya pernikahan itu merebak di
seantero negara di kawasan Teluk, ulama besar Mesir, Yusuf Qardhawi,
pun
merasa perlu angkat bicara. Dalam wawancara eksklusif di televisi
Al-Jazeera, ia mengatakan, “Tidak seharusnya kita mengatakan haram
terhadap sesuatu yang jelas-jelas halal,” katanya. “Apa hak kita
memvonis haram ketika syarat dan rukunnya sudah benar? Ketika ada
seorang perempuan kaya ingin menikah dan dia sanggup menanggung seluruh
beban kehidupan suaminya, apa kemudian nikahnya menjadi batal?”
Qardhawi
menegaskan.

Belum reda perdebatan tentang nikah misyaar, muncul fenomena ”nikah
frendi”, diambil dari kosakata bahasa Inggris: friend, yang berarti
“teman”. Pernikahan ini sebatas nikah pertemanan. Tak ada tuntutan hak
dan kewajiban. Umumnya yang banyak melakukan pernikahan yang satu ini,
baik istri maupun sang suami, memiliki kesibukan cukup tinggi, sehingga
hanya bisa bertemu pada saat dan waktu tertentu.

MUF Saudi kembali berpendapat bahwa pernikahan itu dibolehkan pada saat
dhoruri (darurat) saja. Sebagai contoh, seorang muslim, ketika bermukim
di negara-negara Barat (Eropa/Amerika), untuk menghindari perzinaan,
dimungkinkan mengambil keputusan nikah frendi sebagai alternatif.

Meski Majma’ Ulama Fiqhiy membolehkan pernikahaan misyaar dan frendi
dengan syarat-syarat yang ketat, faktanya kedua jenis pernikahan itu
terus berlangsung secara diam-diam. Tapi, yang jelas, esensi pernikahan
untuk membentuk keluarga harmonis dengan membuahkan keturunan tak bisa
dicapai secara optimal dengan cara nikah misyaar maupun frendi.

Nordin Hidayat (Jeddah)
[Agama, Gatra Nomor 30, Beredar Kamis, 8 Juni 2006]

Kekuatan Senyum

Senyum itu memiliki kekuatan. Namun, ternyata orang bisa tak mudah untuk selalu tersenyum. Padahal senyum itu bisa menjadi obat bagi diri sendiri dan semangat bagi orang lain. Karena senyum itu juga terkait dengan filosofi yang dianut seseorang terhadap apa saja dalam dirinya. Berlatih senyum merupakan terapi jitu untuk membuat wajah seseorang lebih hangat dan menyenangkan. Mudah memberi senyum pada seseorang juga akan meningkatkan rasa perhatian kita pada sekeliling.

Namun, menurut pakar kepribadian dan kecantikan Martha Tilaar, senyum tak akan berarti jika tak disertai dengan ketulusan hati dan terhalang kepura-puraan. Senyum pun bisa mengundang kontroversi jika tak sesuai dengan kondisinya karena bisa dianggap sebagai sindiran. Senyum yang ikhlas merupakan cerminan hati yang bahagia dan dapat menambah semangat bagi sekelilingnya.

Psikolog Tika Bisono memaparkan, senyum termasuk proses penting bagaimana seseorang itu mampu menerima kehidupannya. Berawal dari senyum semua hal akan terasa lebih ringan. Sebab senyum dapat menstimuli seseorang berpikiran positif dan menghadirkan sikap yang lebih tulus dalam mengerjakan sesuatu. Kemampuan tersenyum itu juga terkait dengan kadar kematangan seseorang dalam menyikapi problema kehidupan. Ketidakmampuan seseorang menerima keadaan dan selalu berpikir negatif merupakan faktor penyebab susah tersenyum.

Ada jurus khusus untuk menghadirkan senyum walau hati sedang tak enak. Tarik napas dan tahan napas selama sepuluh detik lalu hembuskan kembali. Latihan pernapasan ini dapat melancarkan aliran darah sehingga menghambat stres yang akan datang. Atur pikiran kita untuk lebih fleksibel. Setelah suasana terkendali barulah memutar otak untuk mendapatkan solusi masalah. Bersikaplah pasrah dan ikhlas dengan mengandalkan kekuatan doa. Lantas tersenyumlah.

So, always smile ….biar hidup kita tetap penuh warna yg indah ^_^

Kesan mengharukan dari Olimpiade Fisika Dunia 2006

Ketika berbicara mengenai Indonesia, tidak ada lagi yg bisa kita

banggakan, hanya “kemaluan” yg kita sembunyikan. Salah satu Negara

terkorup di dunia, Negara penuh bencana, tetapi..cerita di bawah

ini, seharusnya membuat kita juga tidak merasa selalu “rendah diri”

di hadapan bule-bule itu, atau di samping kawan-kawan Negara-negara

Singapore dan Malaysia. Tunjukkan diri anda mampu. Saya bisa.

Saya pun sebenarnya lebih dari anda-anda, si bule atau pun si

Singaporean or ..

Berikut : Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.

Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses

di dunia, kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.

Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006

1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping

para dutabesar dari berbagai negara seperti Philipina, Thailand,

dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa

Indonesia.

Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok

nggak ada siswa Indonesia“. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian

setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang

maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara

sahabat bertanya “kok nggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita

tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali

perunggu.

Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil

(masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan

namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia… Saat

itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka

berpikir “nggak salah nih…”. Ketika mereka sadar, mereka langsung

mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil

mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget

luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan

jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan

bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes

langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa

Indonesia hebat.

Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of the

International physics olympiade XXXVII is…….”

“Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu

kuduk berdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan

menggema cukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang

Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata

turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan…. Air mata

kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang

besar…..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika…

sangat mengharukan….

2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk

erat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami

berkata “You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your

turn…” Orang filipina:”amazing…” Orang Israel “excellent

work…” Orang Portugal:”

portugal is great in soccer but has to learn physics from

Indonesia“, Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our

students too?” Orang Australia :”great….” Orang belanda: “you did

it!!!” Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk

sambil berkata “great wonderful…” 86 negara mengucapkan selamat…

Suasananya sangat mengharukan… saya tidak bisa menceritakan dengan

kata-kata…

3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof

dari Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory

has reached Europe!

Congratulations to the champions and their coach for these amazing

successes! The future looks bright….

Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….

ARTI NAMA NEGARA/KOTA DI DUNIA !!! ^_^

Berikut ini adalah kepanjangan dari nama-nama negara/kota di

dunia:

H.O.L.L.A.N.D

Hope Our Love Lasts And Never Dies

I.T.A.L.Y.

I Trust And Love You

L.I.B.Y.A.

Love Is Beautiful ; You Also

F.R.A.N.C.E.

Friendships Remain And Never Can End

C.H.I.N.A.

Come Here….. I Need Affection

B.U.R.M.A.

Between Us, Remember Me Always

N.E.P.A.L.

Never Ever Part As Lovers

I.N.D.I.A.

I Nearly Died In Adoration

K.E.N.Y.A

Keep Everything Nice, Yet Arousing

C.A.N.A.D.A.

Cute And Naughty Action that developed into attraction

K.O.R.E.A.

Keep Optimistic Regardless of Every adversity

E.G.Y.P.T.

Everything’s Great, You Pretty Thing !

M.A.N.I.L.A.

May All Nights Inspire Love Always

P.E.R.U.

Phorget (Forget) Everyone… Remember Us

T.H.A.I.L.A.N.D.

Totally Happy, Always In Love And Never Dull

J.A.K.A.R.T.A

Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada

Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh
hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu
mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal
sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan
Atlantis?

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu
terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan
gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan
sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya
benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan
bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia.
Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku
Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve
Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan
33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung
berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis
itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia,
menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur,
Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof.
Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960,
mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara
Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah
nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut
Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan
ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua
yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti
halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua
yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa,
Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang)
sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang
aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale,
terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang
akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada
masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-
lapisan es (era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh
gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di
wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan
diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan
gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di
Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk
Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang
meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari
adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan
Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau
menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya
(Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu
merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan
alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak
Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia
bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera
(ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi
secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di
kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan
Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil
itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai
gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke
samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu
gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya,
mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar
samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan
gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus
kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang
dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia,
tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai
bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua
Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang
oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik
terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu.
Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang
berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya
senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos
sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu
adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik
Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi
di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar,
Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung,
Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang
abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini
kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini
tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of
mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable
(tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam
kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan
jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut.
Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur
panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris
Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak
rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada
masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang
rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah
saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. ***

Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law
(IISL), Paris-Prancis

*** Sila lihat websitenya Prof. Aryso Santos
berikut:

http://www.atlan. org/articles/ checklist/

 Sebuah Keadilan Untuk Seorang Anak 8 Tahun

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.
Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan. Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula? Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi
, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan’ yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.
“Siapa yang bunuh ayah saya!” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.
“Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut
gelak tawa di belakangnya. Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.
“Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!” ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib. Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan.
Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara. Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu
menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya. Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian
paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi
pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani
memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan
menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya
saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif. Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang! Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri. Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat. Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan.Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan

 

 

 

 

Filed by antyms at May 11th, 2007 under Belajar B. Inggris Yuukk

Leave a comment


Anti-Spam Image

 

November 2008
M T W T F S S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Search

My Horoscope

By Blogates and Evled

Blogroll

Powered by

    BlogWae.com

    CyberSplash.Net

Best Viewed with